BERITA
KORAN JAKARTA: KOMUNITAS NEBENG.COM ANTISIPASI MACET DAN HEMAT BBM

  Share


Komunitas Nebeng.com Antisipasi Macet dan Hemat BBM   1 Agustus 2012

Di tengah padatnya ruas jalan dan mahalnya harga BBM serta sulitnya mendapati kendaraan umum yang nyaman, akhirnya tercetuslah ide untuk memberikan tebengan (tumpangan) pada orang-orang dengan jalur rute yang searah.

Dari ide tersebut, dibentuklah komunitas nebeng.com. Selain memberikan fasilitas tumpangan yang nyaman, komunitas ini juga dibentuk sebagai salah satu bentuk dari rasa peduli akan kemacetan dan memahami cara menghemat BBM.

Komunitas unik ini sudah cukup lama berjalan, yaitu sejak 28 September 2005. Dibentuk oleh sang promotor, yaitu Rudyanto. "Gagasan awalnya sebenarnya karena pengalaman saya yang setiap hari menjumpai kemacetan di jalan tol Jakarta–Merak," kata Rudyanto kepada Koran Jakarta.

Selain karena kemacetan, harga BBM yang saat itu melambung tinggi dari 2400 rupiah menjadi 4500 rupiah menjadi alasan kuat dibentuklah komunitas ini. Dengan naiknya harga BBM, tentu saja ongkos angkutan pun membubung. Tentu saja, menumpang kendaraan lain menjadi salah satu alternative bagi penglaju.

Akhirnya, Rudyanto mengajak sepupu, pacar, dan teman yang ingin berangkat menuju kantor di Jakarta untuk berangkat bersama menggunakan satu kendaraan. Ingin memperluas jaringannya, akhirnya Rudyanto membuat milis bernama nebeng@yahoogroups.com.

Ternyata milis yang dibuatnya mendapat sambutan positif. "Tak disangka, ternyata banyak orang yang memiliki keluhan yang sama, dan mereka mengapresiasi ide saya, dan akhirnya terbentuklah nebeng.com. Baru beberapa bulan dibuat, anggotanya sudah mencapai 5.000 pendaftar," kata Rudyanto.

Dengan banyaknya orang yang bergabung, Rudyanto mengaku sangat senang karena visi misinya dapat terwujud. "Nebeng jika hanya dilakukan dua atau tiga orang tak ada gunanya. Tetapi, jika dilakukan banyak orang, dampaknya bisa mengurangi kemacetan, menghemat konsumsi BBM, mengurangi polusi, dan menggairahkan perekonomian nasional dari ongkos BBM yang berhasil dihemat," ungkap lelaki berusia 38 tahun ini.

"Jika satu mobil bisa mengangkut minimal dua orang saja kita sudah bisa menghemat 50 persen konsumsi BBM karena hitungannya simpel, yaitu satu dibagi dua saja," jelas Rudyanto yang punya pengalaman sebagai web developer ini.

Biro Jodoh

Keunikan dari nebeng.com ini, menurut Rudyanto, seperti biro jodoh yang mempertemukan sebuah pasangan, yaitu antara si pemberi tebengan dan si penerima tebengan. Si pemberi tebengan memberitahukan kesediaannya ke situs nebeng.com sehingga bisa diapresiasi oleh penebeng.

Kendaraan yang memberikan tebengan ini juga tidak hanya roda empat, tetapi juga sepeda motor. Rudyanto juga mengatakan sekitar 90 persen pendaftar di nebeng.com ini berasal dari Jabodetabek dan sekitar 10 persen berasal dari Bandung dan Surabaya. "Pendaftar nebeng.com itu tertinggi berasal dari wilayah Pondok Kopi, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor," tutur dia.

Nebeng.com sampai saat ini memiliki anggota hingga 41 ribu orang, yang setiap harinya bertambah. Selain itu, nebeng.com juga memiliki grup di jejaring sosial Facebook yang bernama Komunitasnebeng/www.nebeng.com. Nebeng.com selama ini diakuinya dibiayai sendiri oleh dirinya dari hasil usaha sebagai wirausahawan piranti lunak program bisnis dan akunting. Saat ini, Rudyanto mempekerjakan dua karyawan untuk mengelola laman nebeng.com.

Dari banyaknya minat masyarakat terhadap nebeng.com, Rudyanto berharap pemerintah menyediakan insentif terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat yang mengurangi kemacetan, seperti komunitas nebeng, agar bisa tersosialisasi dan diterima dengan baik oleh masyarakat di seluruh wilayah, terutama kota-kota besar dengan volume kemacetan yang tinggi. btr/R-4

Kegiatan Rutin

Sesuai dengan namanya (nebeng), kegiatan rutin komunitas nebeng.com ini adalah memberikan tebengan dan menebeng setiap hari sesuai rute si pemberi tebengan. Karena rata-rata anggota komunitas nebeng ini adalah pekerja maka rute perjalanan tebengan lebih banyak di kawasan segitiga emas, seperti Kuningan, Sudirman, dan Thamrin.

Jadwal tebengan-nya pun juga disesuaikan dengan jadwal keberangkatan si pemberi tebengan. "Si pemberi tebengan (pemilik kendaraan) tentunya memunyai jam kerja yang berbeda-beda. Ada yang masuk jam tujuh pagi, ada yang masuk jam 9 pagi. Dari hal tersebut, tentunya penebeng pun juga disesuaikan dengan jadwal pemberi tebengan," jelas Rudy.

Begitu pula dengan jadwal pulang, tentunya disesuaikan juga dengan jadwal pulang si pemberi tebengan. Pemberi tebengan dan penebeng disesuaikan berdasarkan data-data yang masuk dalam akun nebeng.com. Pemberi tebengan dan penebeng biasanya disatukan karena kedekatan lokasi tempat tinggal dan juga kantor atau yang searah dengan rute tujuan.

Antara penebeng dan pemberi tebengan juga akan mengetahui siapa-siapa saja yang gabung dalam kendaraan tersebut, dari data-data yang sudah di atur oleh pihak nebeng.com sebagai biro jodoh yang mempertemukan mereka. btr/R-4

Mudik Bareng

Selain rutinitas seputaran Jabodetabek, komunitas nebeng.com juga tak mau ketinggalan dalam urusan akomodasi dan transportasi mudik. Jelang arus mudik lebaran, komunitas nebeng.com juga menawarkan nebeng mudik yang disesuaikan dengan jalur tujuan si pemberi tebengan. "Ya, tentunya pemberi tebengan dan si penebeng jalur tujuan mudiknya juga disamakan. Misalnya, si pemberi tebengan hendak mudik ke Jogja, penebeng-nya pun juga yang hendak mudik ke Jogja," ujar Rudy.

Mudik bareng nebeng.com ini memang menjadi tren tahunan anggota komunitas tersebut. Anggota komunitas ini mengaku dengan adanya mudik nebeng ini, tentunya menghemat biaya bahan bakar. Selain menghemat BBM, juga menjalin tali silaturahmi antara penebeng dan pemberi tebengan yang memiliki kesamaan kampung halaman.

Untuk biaya perjalanan, menurut Rudyanto itu bergantung dari kesepakatan antara si pemberi tebengan dan penebeng. Bisa jadi si pemberi tebengan memberi jasa sukarela, tapi bisa juga ada kesepakatan berupa patungan. Apabila mereka cocok, mereka akan melakukan perjalanan mudik bersama. Untuk tujuan mudik terbanyak, masih dipegang oleh wilayah Pulau Jawa. btr/R-4

Cara Bergabung

Tertarik dengan kegiatan nebeng.com? Cara bergabungnya mudah sekali. Bagi Anda pemberi tebengan (pemberi jasa transportasi) dan penebeng cukup membayar biaya pasang data sebesar 20 ribu atau 50 ribu jika ingin mendapatkan stiker nebeng.com. Pembayaran ini hanya dilakukan sekali saja.

Setelah itu, Anda perlu melengkapi syarat-syarat pendaftaran dari pihak nebeng.com, seperti mengisi data selengkap mungkin. Anda harus mengisi data-data berupa nama lengkap, tempat tinggal, kantor, kampus, telepon, email, rute yang dilalui, serta tipe dan kondisi mobil (khusus pemberi tebengan).

Setelah Anda melengkapi data-data tersebut, barulah pihak nebeng.com, mencarikan dan mencocokan jadwal perjalanan dan tujuan pemberi tebengan dan penebeng yang tentunya akan menjadi rutinitas tiap harinya.

Di dalam website, pemberi tebengan juga melampirkan syarat kepada penebeng tentang hal-hal yang harus dipatuhi. Misalnya, apakah si penebeng itu harus membayar iuran joki three in one, dilarang merokok, atau hanya memberi tumpangan kepada wanita saja.

Bagaimana, tertarik untuk bergabung dengan nebeng.com dan mudik bareng nebeng.com? buruan daftar ke www.nebeng.com

btr/R-4

Sumber Koran Jakarta: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/97077







      INDEX BERITA TERKINI
+ index 


      KUNJUNGAN MAHASISWA
+ index 


  TOP FOTO & VIDEO

INDONESIA INNOVATES
03.07.2013
NEBENG.com is recognised as an Indonesia Innovates Hero for their pioneering application of the Internet in the field of TRANSPORTATION
See more

Antara TV
31.08.2012
Mengurangi Kemacetan dengan Nebeng
See more


IKLAN BARIS   IKLAN BANNER   KONTAK KAMI   BANTUAN

© 2005 - 2018 NEBENG.com - All rights reserved
Created by CV MITRA UTAMA NIAGA